UPDATE PROMO DI BALI FOLLOW @WISATA2BALI (twitter)
Powered by MaxBlogPress  

Pulau Menjangan

Pulau Menjangan
Pulau Menjangan adalah sebuah pulau kecil tanpa dihuni manusia dengan luas 175 ha, terdiri dari karang, batu-batuan serta tanah vulkanik hitam. Sesuai dengan namanya, dahulu pulau ini terkenal dengan menjangannya (Cervustimorensis). Akan tetapi menjangan yang ada banyak diburu oleh manusia. Untuk mempertahankan nama dan identitas pulau tersebut maka dilepaskan 22 ekor menjangan di pulau ini pada tahun 1980 dan sekarang jumlahnya kemungkinan telah bertambah. Potensi keindahan laut di sekitar pulau

Pura Pusering Jagat

Pura Pusering Jagat
Nama Pusering Jagat berarti pusatnya dunia. Tampaknya pada jaman Bali Kuno, Pura Pusering Jagat merupakan salah satu pura Kerajaan. Dalam lontar Kusuma Dewa, Pura Pusering Jagat inilah mungkin disebut Pura Puser Tasik yang merupakan sthana dari Bhatara Amangkurat yang berarti Dewa yang memegang dan memerintah dunia, indentik dengan raja yang menguasai dunia. Dalam pandangan agama Hindhu, raja dianggap awatara atau penjelmaan dari Dewa. Nama Pusering Jagat mungkin juga bertalian dengan adanya

Pura Kebo Edan

Pura Kebo Edan
Kebo Edan artinya kerbau gila, nama ini diambil dari 2 arca kerbau yang terdapat di depan sebelah kanan- kiri Arca Bhairawa yang tampak berfungsi sebagai arca penjaga arca Bhairawa tersebut. Peninggalan sejarah purbakala yang terdapat di Pura Kebo Edan diduga berasal dari abad ke-13 Masehi. Pendapat itu dikaitkan dengan masa penguasaan Bali oleh Raja Kertanegara yang berhasil menaklukkan Bali pada tahun 1284 Masehi. Akibat ekspansi politik tersebut, ajaran Bhairawa

Pura Penataran Sasih

Pura Penataran Sasih
Nama Sasih berhububgan dengan adanya nekara perunggu yang terdapat di pura tersebut, yang dianggap sebagai bulan yang jatuh dari langit. Masyarakat menganggap bahwa nekara tersebut merupakan perwujudan Dewa atau Tapakan Bhatara, sehingga masyarakat meyakini dan menamakan nekara tersebut Ratu Sasih, yakni Dewi bulan. Tinjauan sejarah Pura Penataran Sasih dapat diungkapan berdasarkan beberapa peninggalan purbakala yang terdapat di pura tersebut, yakni: nekara, pragmen (pecahan prasati dari abad ke-10 M) dan arca

Yeh Pulu Situs Arkeologi di Bali

Yeh Pulu Situs Arkeologi di Bali
Obyek wisata Yeh Pulu terletak di tengah persawahan di lingkungan Batulumbang, desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar, lebih kurang 7 Km dari Kota Gianyar. Nama Yeh Pulu berasal dari adanya sebuah mata air yang mengalir melalui sebuah periuk yang dibuat dari batu padas berbentuk sebuah guci yang dinamakan pulu. Air yang berada di dalam pulu tersebut kemudian keluar mengalir ke dalam sebuah kolam dikelilingi tembok sebagai pembatasnya. Air kolam Yeh