Pulau Nusa Penida terletak di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Prosesi menuju ke Pulau Nusa Penida dapat dijangkau dari Padangbai, Kusamba maupun Pantai Sanur. Untuk sampai ke Pulau Nusa Penida akan ditemui desa pertama yang mengawali rangkaian desa-desa di kecamatan Nusa Penida yaitu desa adat Dalem Setra Batununggul. Di desa ini terdapat penginapan Pemda
Pulau Menjangan adalah sebuah pulau kecil tanpa dihuni manusia dengan luas 175 ha, terdiri dari karang, batu-batuan serta tanah vulkanik hitam. Sesuai dengan namanya, dahulu pulau ini terkenal dengan menjangannya (Cervustimorensis). Akan tetapi menjangan yang ada banyak diburu oleh manusia. Untuk mempertahankan nama dan identitas pulau tersebut maka dilepaskan 22 ekor menjangan di pulau
Nama Pusering Jagat berarti pusatnya dunia. Tampaknya pada jaman Bali Kuno, Pura Pusering Jagat merupakan salah satu pura Kerajaan. Dalam lontar Kusuma Dewa, Pura Pusering Jagat inilah mungkin disebut Pura Puser Tasik yang merupakan sthana dari Bhatara Amangkurat yang berarti Dewa yang memegang dan memerintah dunia, indentik dengan raja yang menguasai dunia.
Dalam pandangan agama Hindhu,
Kebo Edan artinya kerbau gila, nama ini diambil dari 2 arca kerbau yang terdapat di depan sebelah kanan- kiri Arca Bhairawa yang tampak berfungsi sebagai arca penjaga arca Bhairawa tersebut. Peninggalan sejarah purbakala yang terdapat di Pura Kebo Edan diduga berasal dari abad ke-13 Masehi. Pendapat itu dikaitkan dengan masa penguasaan Bali oleh Raja
Nama Sasih berhububgan dengan adanya nekara perunggu yang terdapat di pura tersebut, yang dianggap sebagai bulan yang jatuh dari langit. Masyarakat menganggap bahwa nekara tersebut merupakan perwujudan Dewa atau Tapakan Bhatara, sehingga masyarakat meyakini dan menamakan nekara tersebut Ratu Sasih, yakni Dewi bulan.
Tinjauan sejarah Pura Penataran Sasih dapat diungkapan berdasarkan beberapa peninggalan purbakala yang